Saat Rasa Malas Menghantui

Akhir pekan seharusnya jadi waktu liburan yang menyenangkan bagi banyak orang, tapi bagi sebagian orang tentu tidak merasakan hal tersebut.
Masih ada saja sebagian orang yang harus bekerja, kuliah atau melakukan kegiatan lainnya di akhir pekan. Mereka yang kuliah mengambil kelas karyawan harus merelakan waktu akhir pekan untuk belaja dikampus, mereka yang para karyawan bukan golongan negeri harus mau bangun pagi untuk bekerja di tempatnya masing-masing.

Rutinitas ini berlangsung dengan begitu lama, alhasil malah jadi membosankan sama seperti saya. Saya pun termasuk salah satu dari mereka, seorang mahasiswi yang juga karyawan bukan negeri, jatuh libur pada hari Sabtu dan digunakan untuk kuliah, sementara hari Minggu hingga ketemu Jumat bekerja kembali. Jika dirasakan rutinitas seperti itu memang membosankan, apalagi jika kita tak pernah melakukan liburan atau sekedar me time pun waktu terbatas.

Seketika rasa malas, bad mood pun menjalar ke seluruh tubuh, melakukan apapun jadi tidak bersemangat, bawaannya ingin marah-marah, malas bertemu dengan orang, parahnya jika dibiarkan bisa berlanjut lama dan merugikan diri sendiri dan orang lain.

Sebetulnya rasa malas itu datangnya dari diri sendiri, kita yang membuat diri kita tidak mau bangkit. Saya sendiri pun mengalami hal itu, ketika malas pekerjaan jadi tidak selesai, tambah pusing, belum lagi dimarahin sama orang kalau kerjanya tidak rapi.
Sejauh yang saya rasakan, rasa malas itu tidak datang dengan tiba-tiba. Ada beberapa penyebab kenapa sih rasa malas itu bisa menyerang, kalau ini sih versi saya sendiri:

1. Sedang Sakit/Tidak Fit
Mungkin kamu yang pernah merasa sangat lelah melakukan aktivitas, sehingga untuk melakukan kembali jadi malas, bisa saja tubuh kamu perlu istirahat. Saya pernah mengalami hal ini ketika saya merasa sangat lelah dengan tugas dan pekerjaan yang njelimet. Saya iseng-iseng ingin donor darah, pastinya sebelum melakukan donor darah kita akan dicek terlebih dahulu mengenai BB, Tekanan Darah sampai nilai HB. Pantas saja setelah di cek HB saya dibawah angka normal, saya anemia yang membuat saya akhir-akhir ini merasa pusing, pucat dan lesu hingga berdampak pada rasa malas.

2. Kurang Liburan
Kata-kata liburan memang seakan jadi jurus ampuh bagi banyak orang untuk meningkatkan mood ketika sedang anjlok hehe. Siapa sih yang gak mau diajak liburan, sayangnya liburan selalu terkendala jika tidak ada waktu atau budget yang mencukupi. Kalau melihat postingan orang-orang di medsos mereka yang suka jalan2 dan liburan ke alam dengan caption mereka yang seolah-olah "waaw banget gitu" sampai bikin orang jadi iri :( . Apalah daya diri ini cuma bisa ngeliat dari layar HP. Tapi itu kan balik lagi ke diri masing-masing, kalau saya pribadi memang gak bisa melakukan hal itu ya cukup beli buku yang menarik terus baca dikamar (itu udah bikin seneng) :D

3. Kurangnya Me Time
Hmm,, me time disini bukan hanya sekedar bengong atau melamun hal yang tidak jelas. Me time yang dimaksud adalah merenung tentang apa saja yang sudah kita lakukan, perbuatan kita terhadap orang, memperbaiki diri kita yang sebelumnya buruk. Kalau seseorang jarang introspeksi terhadap dirinya sendiri, bagaimana mungkin ia akan tahu tentang keadaan hatinya?
Lalu hubungannya dengan rasa malas?
Terkadang perbuatan buruk yang tidak kita sadari akan mempengaruhi diri kita sendiri, membuat hati menjadi tidak nyaman. Dengan adanya introspeksi diri, kita jadi bisa memahami bahwa rasa malas itu harus dilawan dilawan karena jika tidak akibat buruk yang ditimbulkan akan lebih banyak.

4. Tidak adanya Motivasi
Terkadang kita sebagai manusia itu mudah menasehati orang ketika sedang kesulitan atau mengalami masa-masa yang tidak mengenakkan. Giliran kita sendiri yang kesulitan kok menasehatinya malah agak susah dan sedikit mengekang. :(
Motivasi disini bisa didapatkan dari pengalaman hidup baik diri sendiri atau orang lain. Membaca buku-buku yang menginspirasi dari orang yang mencapai keberhasilan dari bawah itu juga bisa. Apapun itulah semua hal bisa dijadikan sumber inspirasi asalkan ya bagus. Tapi yang terpenting itu dari keyakinan, percuma kalau orang sudah menasehati berkali-kali tapi kalau diri kita sendiri tidak ada niatan semangat, rasa malas pun tidaklah hilang.

4. Kurangnya Berdoa/Mendekatkan Diri Pada Tuhan
Bagi yang beragama muslim yang kita ketahui rasa malas itu datangnya dari setan, setan melemahkan pada upadaya manusia sehingga membuat malas beribadah, mencari nafkah dan berbuat baik. Tapi baik bagi muslim/non muslim berdoa adalah hal penting setelah kita berusaha. Sebelum melakukan pekerjaan baiknya juga kita berdoa agar dimudahkan dan diberi rasa tanggung jawan hingga selesai.

Mungkin salah satu penyebab diatas bisa jadi pemicu rasa malas di hati kita, menyebabkan pekerjaan sehari-hari menjadi kurang produktif. Sekian dulu tulisan dari saya, mungkin kalau dari reader ada pendapat lain/mau menambahkan, bisa silakan komentar. :)

Salam Semangat...


Komentar

Postingan Populer