Proses Pengembangan Diri

Date: 05 Juli 2019


Dalam kehidupan ini semua akan tumbuh dan berkembang, seperti seorang yang bayi yang baru lahir ke dunia akan mulai tumbuh dan berkembang dari waktu ke waktu hingga menjadi seorang dewasa seperti kita saat ini. Proses berkembangnya manusia dari waktu ke waktu tidak hanya yang terlihat dari fisik saja melainkan dari perilaku dan mental karena seseorang tidak akan mungkin bertingkah laku seperti anak kecil yang merengek ketika meminta sesuatu.
perkembangan itulah yang disebut perkembangan diri dimana meliputi segala kegiatan yang meningkatkan kesadaran diri.

Tanpa kita sadari sejak kecil kita sudah melewati tahap ini, contohnya saat anak-anak bermain dengan teman sebayanya kadang suka berebut main atau salah-salah malah bertengkar, entah saat itu kita akan terus memperebutkan mainan atau memilih mengalah dari pada ribut hingga salah satu diantara anak-anak tersebut akan menangis. Kita beranjak besar, remaja dan mulai dewasa tahapan pengembangan banyak dilalui mulai dari keluarga, lingkungan rumah, sekolah atau masalah pribadi.
Pikiran akan mulai banyak bertanya tentang hal ini dan itu dan kadang suka melamun demi sekedar memikirkannya, membahas masa lalu, memiliki pola hidup yang tak beraturan sehingga menambah sulitnya proses keluar menuju tujuan.

Tidak akan banyak orang yang tahu mengenai hal ini, hingga pada diriku sendiri yang tahu hanya dari membaca buku dan bertemu orang-orang. Kesadaran pada diri sendiri tidak akan terbuka dengan mudahnya karena kadang kita yang menutup diri kita untuk mencapai kesuksesan hidup atau memiliki tujuan ke arah yang jelas. Berdasarkan yang aku rasakan ketika ingin mengarahkan diriku supaya lebih berkembang ialah mulai membuka diri untuk mengetahui dunia luar, memberanikan pergi seorang diri hingga menaklukkan rasa maluku ketika bertemu orang baru. Meskipun sebenarnya aku cenderung diam ketika bertemu orang dan baru akan memulai ketika ada sesuatu yang dituju.

Ada beberapa hal yang kulakukan dalam hal pengembangan diri hingga akhirnya aku mulai berani untuk berbicara dengan orang asing, mengemukakan pendapatku, mengkritik orang lain dengan sopan  hingga memanage keadaan sulitku.

1. Berani Menyingkirkan Rasa Malu

Menjadi seorang yang pemalu dan sulit bergaul bukanlah suatu takdir, namun kadang tak dapat dipungkiri kehidupan sosial sewaktu kecil membentuk karakter di masa dewasa. Hal ini bukan berarti tak dapat diubah, mulailah dengan cara sederhana, seperti berani bertanya tentang arah jalan kepada orang tak dikenal, berani meminjam barang kepada teman atau minta diajari tugas kepada teman yang lebih pintar. Aku memulainya dengan pelan-pelan dan tanggapan mereka baik jadilah aku sedikit berani untuk mencoba ke orang lain, jika ditolak tidak perlu bersedih karena tidak semua orang akan sesuai dengan ekspektasi kita dan kita tidak diharuskan menuruti perintah orang supaya mereka senang.

2. Memiliki Tujuan Hidup Yang Baik

Masing-masing kita selalu ada keinginan yang dicapai entah itu untuk mendapatkan pekerjaan yang baik, pasangan hidup yang langgeng atau kesuksesan bentuk lainnya. Kesemua itu bukankah termasuk tujuan manusia, berharap mendapat kesenangan dan ketenangan tapi semudah itukah ketika dijalani, tidak kan?
Beberapa orang kadang biasa saja dan mereka bingung ketika ditanya tujuan hidup mereka apa, bahkan resolusi untuk satu tahun kedepan saja tidak ada lantas bagaimana mereka menjalani hari-hari mereka yang kadang penuh dengan kebosanan hehe..
Tidak perlu ribet jika sampai saat ini masih bingung, tujuan bisa dimulai dari kebiasaan baik seperti tidak tidur larut malam, makan tepat waktu, meluangkan waktu membaca, beribadah dan main sesuai porsinya. Perlahan pikiran kita akan terbuka kemana hati kita akan memilih, aku meyakini itu hingga sekarang.

3. Membeli Pengalaman dan Ilmu

Uang memang akan habis namun uang bisa terus dicari yang terpenting uang itu dipergunakan untuk apa. Nafsu kadang memang tak bisa menahan untuk membeli sesuatu yang tak ada manfaatnya hingga untuk kepuasan mata sesaat. Mulailah menahan diri dengan bijak menggunakan uang untuk menabung, membeli buku, ikut seminar atau jalan-jalan. Saat ini aku sedang menyempat-nyempatkan mengikuti seminar selama masih bisa kujangkau maka akan kuusahakan karena mengikuti seminar itu menyenangkan, kita bertemu dengan orang-orang baru apalagi mereka seorang yang sudah berpengalam atau senior. Meskipun di awal merasa canggung karena lulus S1 saja aku belum tapi kuberanikan bertanya ketika ada sesuatu yang tak diketahui.
Banyak karakter orang yang tak terduga, anggap saja kuliah kehidupan ketemu orang yang menyebalkan atau membuat senang sebagai materinya. Belilah buku yang disukai selama isinya positif dan jalan-jalanlah untuk refleksikan diri karena kita hidup tidak perlu seserius itu.

Tak perlu sesusah itu ketika dijalani karena yang menentukan memang diri kita sendiri, tapi yang perlu diketahui kesadaran itu tidak akan datang jika memang diri kita tak ingin membuka diri untuk suatu hal yang baru.
























































Komentar

Postingan Populer