Mencari Sesuatu Yang Baru

Date: 09 Februari 2019


Sebagai manusia yang terus menerus berkembang dan hidup diantara masyarakat lainnya, aku melihat dan memahami lingkungan sekitar. Watak, sifat hingga perubahan-perubahan yang telah terjadi yang kuingat sedari kecil hingga dewasa ini.

Banyak hal-hal yang membuat pikiran dan persepsi berubah, setiap orang selalu dihinggapi oleh kebingungan-kebingungan yang terjadi. Mulai dari keluarga, tempat pendidikan formal/non-formal hingga orang asing diluar sana yang pernah kita kenal.
Semua memberikan pengaruh untuk kita dalam berpikir sampai bertindak, hingga aku salah satunya.
Beruntungnya aku bisa memilih dan memilah mana yang baik dan buruk untuk diambil. Karena kita tau niat seseorang bisa berubah sebagaimana membalikkan telapak tangan.

Sampai dititik kita ingin mencari suatu hal yang berbeda dari kebanyakan orang di luar sana, kita seakan-akan mencari sesuatu yang dapat mengisi pemikiran atau hati dengan warna-warni yang membuat terasa lebih terisi. Berusaha mencari teman yang pintar demi sekedar tertular pintarnya, menambah jadwal belajar supaya diisi dengan hari-hari yang produktif, menonton acara atau channel you tube orang-orang sukses sehingga dapat menggugah pikiran kita. Tidak ada yang salah dengan hal itu selama yang kita kerjakan di jalur yang benar.

Manusia belajar dari alam dan dari manusia lainnya untuk terus survive pada kehidupannya dan disisi lainnya ia dituntun Sang Pencipta untuk lebih banyak bersyukur melalui cara-caraNya. Aku memberikan rasa syukurku untuk Allah sebagaimana Ia memerintahkan kepada semua makhluknya untuk beribadah.

Di umurku yang kian bertambah sudah waktunya bagiku untuk terus mencari kesempatan dimana aku bisa banyak belajar dan perlahan menyembuhkan luka-luka yang pernah ada. Terkadang luka-luka itu menghambat kita untuk memulai, menghambat kemajuan hingga menenggelamkan kita.

Aku tak ingin menutup diriku untuk berkenalan dengan orang, meski ada rasa takut yang menjalar. Takut pada prasangka yang belum pasti, takut apakah mereka orang baik atau jahat, takut apakah aku akan tersakiti atau tidak. Untuk saat ini memang keadaanku baik-baik saja karena tertutupi oleh sesuatu yang menyenangkan. Lalu bagaimana jika sewaktu-waktu keadaan sedang tidak baik dan membuat luka itu kembali terbuka dan terasa sakit?
Aku akan sembuhkan lukaku dengan cara menerima dengan ikhlas, tak meminta egoku untuk menyalahkan siapapun, aku akan berdamai dengan diriku.

Aku suka menyimpan keluh kesahku, hanya segelintir orang aku berbagi, selebihnya biarlah terpendam dan melapuk. Maka kuputuskan untuk sekedar pergi mencari jawaban dan obat bagi diriku sendiri, kuputuskan untuk berani menemui setiap orang. Mencari ilmu baru dari guru-guru baruku, dari buku-buku yang kubaca dan dari setiap hal yang kulihat dan kunilai. Memikirkan urusan cinta saja tidak sempat karena tentu aku masih ada hal-hal yang belum kukerjakan hingga untuk memahami hati seseorang yang suka aku pun belum ingin sejauh itu.

Biarlah waktu yang menentukan, biarkan petunjuk-petunjuk itu datang sebagai tangan Tuhan yang mengulurkan, biarlah semua kemarahan mengalir dimana ada kesempatan untuk terbuka. Aku tak akan takut untuk memutuskan, pergi untuk mencari bahkan hingga pulang seorang diri.

Sedikit rahasia hidup bahwa:

Orang-orang bisa sukses bukan karena mereka tahu apa yang harus mereka lakukan, mereka sering memulai tanpa tujuan, bahkan mereka memulai tanpa petunjuk dan mereka menemukan pilihan tersebut diperjalanan mereka saat menemukannya mereka mengejar peluang tersebut secepat mungkin dan terus-menerus, pada saat yang tepat mereka siap meloncat kepada pilihan berikutnya.

Now you know the secret, you'll be better when you play it. Good luck :)








Komentar

Postingan Populer