LUKAMU ABADI

Terlalu lelah jika harus berlama-lama merangkak.
Terlalui satu-persatu tapak, dan peluh kian bertumpah.

Di ujung sana, nampak masih jauh untuk sekedar merebahkan tubuh ini.
Di ujung sini, tanah basah terlalu dingin untuk dinikmati.

Meliuk-liuk anganku jauh;
kusut dan sulit diperbaiki.
Seolah tak ingin percaya.
Berharap tak pernah ada.
Berdoa agar semua baik-baik saja.

Puan, tabahkanlah engkau.
Anakmu sedang payah menyulam benang demi benang, demimu, ibu.
Rasa tak hangat.
Benci tanah basah.
Teriak dalam karam.
Hancur demi pengorbanan.


Komentar

Postingan Populer