Kepercayaan Terhadap Diri Sendiri
Pernahkah
dirimu mengalami krisis kepercayaan terhadap diri sendiri? Letak dimana
perasaan tidak yakin pada kemampuan yang kita miliki, tidak berani melakukan
sesuatu yang akan dinilai di mata orang lain sehingga memilih menyembunyikan
diri dibalik pemecahan masalah yang ada. Kepercayaan diri yang rendah pada diri
sendiri menimbulkan perasaan tak nyaman, menutup diri pada keadaan hingga
berakibat mudah tersinggung, merasa malu dan menjelekkan kemampuan sendiri.
Jika
sudah begini akan sulit untuk mengembangkan diri kita menjadi seseorang yang
berkualitas baik dari segi penampilan maupun skill dalam lingkungan sekitar.
Rasa tidak percaya diri bisa terjadi melalui proses panjang yang dimulai dari
pendidikan dalam keluarga, keadaan keluargalah yang memiliki pengaruh penting
dalam pembentukan rasa percaya diri. Dengan demikian awal dari proses
pembentukan rasa tidak percaya diri terjadi karena:
1.
Terbentuknya berbagai kekurangan atau kelemahan dalam berbagai aspek
kepribadian seseorang yang dimulai dari kehidupan keluarga dan meliputi
berbagai aspek seperti mental, fisik, social dan ekonomi.
2.
Pemahaman negatif pada dirinya sendiri yang cenderung selalu memikirkan
kekurangan tanpa pernah meyakini bahwa ia juga memiliki kelebihan.
3.
Kehidupan sosial yang dijalani dengan sikap negatif seperti merasa rendah diri,
suka menyendiri, lari dari tanggung jawab, mengisolasi diri dalam kelompok dan
reaksi negatif lainnya justru semakin memperkuat rasa tidak percaya diri.
Proses
diatas merupakan penyebab dari tidak ada rasanya kepercayaan terhadap diri
sendiri, jiwa seperti kurang dihargai dan tidak diisi dengan nilai-nilai yang
membangkitkan energi, kosong dan tanpa harapan. Setiap orang memiliki kekuatan
dalam dirinya untuk mencapai sukses, karunia tersebut menegaskan bahwa kita
telah diberi karunia oleh Allah berupa bakat dan potensi terpendam. Jangan
patah semangat, setiap orang punya jatah suksesnya masing-masing jika mau
berusaha. Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menghargai diri
sendiri demi meningkatkan kepercayaan diri:
1.
Ikhlas dengan apapun yang sudah terjadi
Ikhlas
bukan berarti tidak berusaha dengan apapun yang terjadi namun menerima setelah
kita berusaha semaksimal mungkin dan menjalani sesuatunya dengan niat untuk
mencari kebaikan. Tidak semua orang mampu melakukan hal ini, tapi setiap orang
bisa berubah untuk mendapatkan manfaat dari sikap ikhlas.
2.
Memotivasi Diri
Bagaikan
tanah gersang yang tak pernah mendapat air hujan ataupun nutrisi dari luar,
sama halnya dengan jiwa yang tandus tak mendapat siraman rohani ataupun
motivasi maka hati akan kekeringan, mental menjadi tumpul dan rasa kepercayaan
diri memudar. Rasa semangat muncul ketika ada dorongan terhadap suatu hal, maka
ciptakanlah sesuatu yang dapat membuat kita tertarik untuk melakukannya. Kau
bisa memilih dengan caramu sendiri selagi itu baik seperti hal berikut:
a.
Menciptakan kondisi lingkungan yang positif
Ubahlah
tempat bekerjamu, ubahlah kamar tidurmu, buatlah semenarik atau bersihkan dari
hal-hal yang mengganggu pemandangan ketika di tempat tersebut. Buatlah
affirmasi positif dan berdoa sebelum berkegiatan, hal ini memang terkesan
sepele namun cukup membantu untuk mendorong keyakinan di hati.
b.
Membuat jurnal harian
Buat
kau yang suka berencana tapi tidak ada action,
coba mulailah menulis seluruh kegiatan dalam satu hari mengenai apa saja yang
akan dilakukan. Kemudian coret atau ceklis ketika berhasil melakukannya.
Sebagian orang akan malas melakukannya tapi ketahuilah ini akan menjadi
penilaian harian mengenai peningkatan kualitas pekerjaan.
c.
Carilah teman yang positif
Teman
bisa membuatmu semangat atau bahkan membuatmu down. Tetaplah jadi dirimu yang apa adanya bukan berarti cuek dan
tidak peduli melainkan buatlah satu senyuman itu bisa membuat orang lain akan
membalas senyumanmu. Sapalah mereka ketika bertemu, meski tak semua yang kau
sapa akan jadi teman dekat.
3.
Berusaha Sesuai Kemampuan
Tidak
ada manusia yang bodoh, kecuali jika ia gagal maka itu adalah langkah untuk
memperoleh pembelajaran. Melamar pekerjaan tapi belum mendapat panggilan, ikut
SBMPTN tapi tidak masuk PTN yang diinginkan, atau hal apapun itu tandanya Allah
masih menguji mental kita sudah sesiap apa menghadapi hidup ini. Coba terus,
coba lagi karena di tengah perjalanan kita tidak tahu akan berlabuh di dermaga
mana sebagai jawaban dari usaha dan doa kita.
4.
Apresiasi
Berilah
penghargaan terhadap diri kita sendiri, lihatlah ketika kau pernah memberikan
hadiah kepada sahabat, keluarga atau pasangan, mereka akan senang ketika
mendapatkan sesuatu yang diinginkan. Sama dong dengan diri kita ketika
diberikan hadiah dari orang lain, bukan tidak mungkin akan merasa bahwa kita
masih dipedulikan, masih ada yang memikirkan. Namun sayangnya kita lupa
mengasihi diri kita sendiri, lupa bahwa kita juga punya hati untuk diberikan
hadiah atas apa yang sudah dilakukannya sampai sejauh ini.
Tidak perlu banyak-banyak ya perlakuannya, cukup sedikit tapi bisa dirutinkan dalam kegiatan sehari-hari itu bisa jauh lebih berdampak, karena yang mau berusaha berubah itu akan menghasilkan proses yang insyallah membawa kebaikan.

Komentar
Posting Komentar