Meninggalkan Zona Nyaman atau Mencari Tempat Aman?

Ketika suatu tempat sudah menjadi tempat ternyaman tidakkah kamu ingin menetap?




Istilah zona nyaman ini sudah tidak asing terdengar oleh kita, banyak digaungkan dikalangan anak-anak muda maupun orang dewasa bahwa kita mesti berkembang dan berani keluar dari zona nyaman. Sebenarnya zona nyaman itu apa sih?

Menurut Alasdair White dalam bukunya “From Comfort Zone to Performance Management” mengatakan bahwa zona nyaman adalah keadaan dimana seseorang merasa terbiasa dan nyaman karena mampu mengontrol lingkungannya. Jadi karena keadaan tersebutlah seseorang jarang merasa tertekan, cemas, gelisah. Namun bukan berarti keadaan tertekan ini membuat seseorang makin terpuruk dan tidak bangkit kembali, justru keadaan tertekan dan gelisah membuat seseorang berpikir bagaimana cara agar keluar menjadi solusi, menemukan hal baru dalam hidup sebagai proses pembelajaran sehingga tujuan hidup lebih berwarna.

Saya pun kadang merasa demikian, merasa nyaman di tempat kerja karena sudah mengetahui keseluruhan seluk beluk dalam pekerjaan saya sendiri bahkan saya bisa mengatasi jika ada masalah, di tempat kuliah jika tidak ada pembelajaran atau tugas yang terkesan monoton saya juga cenderung bosan karena seperti tidak ada tantangan dalam hidup. Hari-hari yang dijalani pun seperti biasa saja merasa tidak ada ilmu baru yang didapatkan atau setidaknya bertemu dengan orang baru di tiap pekan. Tapi yang namanya hidup memang terkadang rasanya naik turun, ada masanya dimana kita merasa sangat sibuk dan banyak pikiran yang mengganggu ada pula masa dimana kita merasa biasa saja, lengang dan bahkan hampa.

Lantas bagaimana sih menyikapi zona nyaman ini supaya kita tidak benar-benar sayangnya saya juga gak bisa memberi masukan yang sekiranya sangat inspiratif bagi pembaca,karena saya pun masih proses pembelajaran, tapi ada saya punya pemasukan bagi diri saya sendiri untuk berkembang lebih maju, diantaranya:

1. Belajar Hal Baru

Saya merasa tidak terlalu menguasai banyak hal maka dari itu saya berusaha mencari tahu sesuatu yang tidak saya kuasai, oke contoh sederhananya sebut saja belajar masak, saya tidak pandai memasak, ya kalau masak sayur tumisan atau bening saya bisa kok tapi untuk lebih ke daging atau membuat kue jujur saja saya tidak menguasai. Maka kadang saya suka membuat eksperimen sendiri dengan percobaan membuat ini dan itu, masalah hasilnya akan enak atau nggak ya urusan belakangan yang penting saya berani mencoba.

2. Mengambil Makna Dari Suatu Pertemuan

Saya jarang bertemu dengan orang baru, tapi saya suka dengan percakapan baru yang menarik. Kadang ketika merasa nyaman dengan orang atau teman saya akan coba mengulik kehidupan mereka, rutinitas mereka dan penilaian mereka terhadap suatu hal. Sangat mengesankan sekali jika kita punya pemahaman yang berbeda namun tetap bisa toleransi terhadap perbedaan. Nah dibalik itulah saya akan mengambil makna dari apa yang sudah mereka utarakan.

3. Menantang Diri Sendiri Pada Hal Yang Kurang Disukai

Meskipun tidak suka pada suatu pekerjaan tapi tidak pernah salahnya juga mencoba, itung-itung nambah pengalaman dan nguji mental. Misalnya ketika saya disuruh oleh owner saya menggantikan karyawan yang tidak masuk di store cake area scbd, saya bekerja sebagai admin dimana lebih sering berhubungan online dengan customer. Tapi ketika saya disuruh bekerja dengan berhadapan langsung secara offline jujur nyali saya sedikit menciut, saya kurang suka bertemu orang banyak atau malu ketika harus menawarkan produk,bukan keahlian saya untuk menjelaskan produk dari store saya bekerja. Dulu waktu masih awal-awal kerja di apotek saja saya gak berani keluar, ngerasa malu dan tidak bisa basa-basi sampai store manager saya akhirnya menyuruh untuk menyapa dan melayani langsung dan kini saya disuruh kembali melayani customer secara langsung hanya saja beda pelayanan.

Pertama kali datang saya terkesan kaku, maklum ceritanya masih newbie jadi cuma memerhatikan transaksi doang dan mulai menyapa customer dan akhirnya jadi bisa. Meskipun dalam hal menjadi customer service pembicaraan yang luwes atau aktif berbicara itu menjadi nilai plus tersendiri.

4. Evaluasi Diri

Kita bukanlah makhluk sempurna, setiap apa yang dijalani merupakan sebuah pembelajaran dan perjuangan jadi merasa paling hebat ketika benar atau paling terpojok ketika runtuh. Saat kita lebih banyak menunda pekerjaan ketahuilah banyak waktu yang sudah terbuang, ketika emosi yang kita keluarkan digunakan untuk memaki dan mencemooh orang ketahuilah diri kita belum kuat melawan ego sendiri. Evaluasi diri terhadap ucapan, tindakan bahkan pemikiran terselubung terhadap orang lain meskilah bertahap untuk mencapai misi dan visi dari hidup kita.

Apapun yang sudah dilakukan demi keluar dari zona nyaman, demi membuat nyali teruji dan segala proses menuju ke arah yang lebih baik maka patutlah disyukuri bahwa kita sudah menjadi manusia pembelajar yang baik. Tidak mudah menikmati arus kehidupan yang membelenggu dan menjatuhkan sewaktu-waktu. Selamat untukmu yang sudah mencoba dan bagi yang belum mulailah sebelum kamu menyadari bahwa yang sudah lewat itu adalah kesia-siaan yang disengaja. Sekian~


Komentar

Postingan Populer