Tenggelam di Sabtu Malam
Aku meramu segelas kopi hitam
Ditambah sejumput gula sebagai penenang
Dalam diam wangi paling nyaman
Kusesap candu di bibirmu yang aman
Membuka ponsel sebagai pelarian
Mencari namamu bak tempat pengaduan
Sepi dan kosong
Cerita hilang di ujung penantian
Aku lupa pada sebuah kursi
Punggungnya lebih nyaman dari pada bahumu untuk bersandar
Pijakannya lebih kuat dari pada dadamu untuk menahan
=======================================================================
MALAM DI GENGGAMAN TANGAN
Prahara apa dikedua bulan sabit
Seluas samudera mengelilingi pulaumu
Tak terukur menepi dari timur menuju barat
Cahaya purnama di tengah malam
Tak lebih indah dari matamu
Segenggam bintang berlarian; hilang tanpa bekas
Malam kian menenggelamkan cahaya
Tapi tidak pada bintang dimatamu
Tersadar aku diatas ranjang
Membekas garis kalut di dahi
Sungai mata telah mengering
Mencipta sesengguk paling lelah sepanjang malam
Dalam segenggam aku kian temaram
=======================================================================
Adakah doa untuk pelepas rindu?
Jika ada ingin kulesatkan sampai ke langit Tuhan dan supaya turun seperti rintik sendu yang membasahi jiwa yang kurindui
Duhai hati aku manusia lemah tak ingin sepi
Sepi membuat mengiris namun sarat makna
Wahai Pemilik Hati jangan isi kesepian dengan kebatilan
Penuhilah jiwaku dengan cinta dan kasih sayang-Mu
Bulan penuh ampunan pergi, pahala merekah penuh
Aku telat mengejar sisa sejengkal
Maaf peluhku tak cukup mengecap menisnya keimanan-Mu
Aku bolak balik jatuh dalam nafsuku
Berulang dzikir terucap menyebut asma-Mu
Hatiku berusaha ikhlas dengan apa yang telah terjadi
Rasanya seperti hanyut dalam sungai besar
Batu besarpun tak mampu menahanku
Lemah merasa berdosa dan sangat kecil
Sekian kali mengutuk diri, sekian kali meraup hati
=======================================================================

Komentar
Posting Komentar