Kehabisan Waktu

Aku mencari rupa di sudut malam

Bagai topeng tanpa wajah, menutup luka

Malam tak jadi kawan lelah dalam lebam

Dinding tak hangat, tanpa peluk  dan tawa


Malam-malam tanpa bintang di langit kamarku, tanpa suara darimu yang mengatakan “aku senang melihatmu pulang”. Suara itu lenyap dari kepalaku, hilang dan meninggalkan rasa pening di kepala. Rasanya aku ingin jatuh dan tersungkur begitu saja, tapi aku masih menahannya. Di penghujung hari aku memiliki beberapa jadwal sepulang kerja, tentu jadwal itu sangat menyenangkan kadang juga membosankan. Waktu berlalu tapi aku masih tetap dalam rotasi yang sama.

Aku kelelahan, dengan kepala sangat pening dan mata sangat mengantuk seakan-akan aku tak ingin membuka mata lagi. Aku tertidur lebih awal tanpa bangun di sepertiga malam dan subuh ketelatan. Rupanya hal ini tidak berlangsung sekali atau dua kali tapi hampir setiap hari, dasar payah kataku dalam hati. Rencana sepulang kerja diisi dengan kegiatan produktif semisal mengaji, membaca buku atau menulis nyatanya sirna. Aku hanya mampu bertahan dengan satu kegiatan dan itu tidaklah cukup full, mengaji belum waktunya kelar aku sudah ngantuk, membaca buku baru beberapa halaman sudah tertidur. Apadaya tubuhku menginginkan istirahat yang lebih.

Akhir-akhir ini aku tidak suka dengan laptop, tapi salah benda itu apa ya?

Iya benda itu yang membuat mataku lelah dan perih karena dari pagi hingga sore aku menatapnya dan jemariku menari-nari diatasnya, seolah-olah aku hanyalah wanita penghibur demi sesuap nasi. Mataku lelah dengan pandangan kabur, mungkin minus kacamataku semakin naik, cekung dimataku tak hilang meski tidurku sudah lebih awal ditambah kepalaku pening menjelang siang. Aku meneguk segelas kopi hangat. Ohh aku rindu tidur siang rupanya…

Aku punya banyak rencana selain menjalankan rutinitas kerja, tapi rencana yang terukir di kepalaku hanya omong kosong dan lihatlah jurnal harianku tidak sepenuhnya terisi hanya beberapa hari yang telah tertulis “nothing special today”. Beberapa minggu lalu aku berhasil lari pagi demi sekedar olahraga, tapi selanjutnya aku merasa kelelahan dan tertidur setelahnya, entah itu sehat atau tidak. 

Hey satu hari tidak cukup selama 24 jam, aku butuh lebih dari itu! Waktuku sedikit dan aku merasa dihabisi olehnya. Aku pergi main dengan teman dekatku hingga pulang larut malam demi mengobati rasa suntuk, selebihnya aku ingin tertidur lebih lama lagi. Lagi-lagi esoknya aku terjebak rutinitas pekerjaan. Mereka bilang aku sudah dewasa dan harus bertanggung jawab serta professional, tapi aku hanya manusia yang terjebak oleh bianglala kehidupan. Aku hanya ingin waktu yang lebih lama untuk menyendiri dan bermain dengan teman dekatku.

Tunggu sebentar, kenapa kamu gak bersyukur?

Wahai jiwa yang lelah aku masih bersyukur saat ini, sangat bersyukur di tengah ketidakmampuanku masih ada teman yang mau berbagi, saat melakukan kesalahan aku masih bisa membaca buku yang menuntun jalan pikiranku dan Allah selalu menegurku melalui ayat-ayat yang kubaca, dalil-dalil itu seakan-akan membuatku tergali dengan sunnah rasul. Tidakkah semua itu cukup bagiku? Harusnya aku bisa mengambil pelajaran itu.




Komentar

Postingan Populer