Yang Terdalam

Kesedihan yang kurasakan ini bukan karena keadaan tidak memihak kepadaku tapi karena persepsiku sendiri.
Kalau memang di hatiku sulit ikhlas maka itu karena aku menolak merelakan.

Mengenang masa lalu tidaklah sulit, yang sulit ialah melihat kenyataan bahwa keadaan saat ini berbeda dengan yang dulu.
Jika setiap orang bisa memutuskan memilih jalan terbaik atau jalan terburuknya, maka aku tak ingin pilih keduanya.
Aku akan memperbaiki jalanku yang rusak karena jika sewaktu-waktu aku kembali tuk mengenang takkan sesakit itu rasanya.

Nalar dan hatiku sedang tak sejalan. Hatiku ingin membesarkan egonya, nalarku menolak ia bilang bahwa kenyataan tidak mesti sesuai dengan keinginan hati. Sesuatu tak bisa selamanya dikendalikan.
Perasaanku kembang kempis ternyata air mataku luruh.


Komentar

Postingan Populer