Aku Sedih
Pagi ini perasaanku lagi gak enak, sehabis baca quran aku malah dengerin lagu. Jadi sehabis mencari pahala aku malah mencari kesedihan dunia, tapi beneran gak mood dan merasa sedih. Aku putar lagu Save Your Tears-The Weekend dan tidak lama air mataku menetes. Sedih ya, kayak ada akumulasi luka-luka terdahulu yang belum selesai dan ketika teringat kembali agak melow gitu.
Menangis memang obat terbaik, setelah menangis harus terlihat baik-baik saja di depan semua orang. Tapi sebetulnya gejolak di hati itu belum kelar, sumpah rasanya pengen kabur. Memang dari kemarin yang aku rasakan suntuk, ingin pergi menjauh dari orang-orang sekitar. Mau kerja juga gak semangat, tapi untungnya masih semangat untuk makan dan minum ya. Di rumah aku masih mau nulis dan sebagian tidur, rasanya memang ingin tidur lebih lama. Bulan puasa di tahun ini terasa sepi bahkan lebih sepi dibanding tahun lalu. Meskipun yang aku ingat tahun lalu aku lebih banyak menangis, ya gampang sekali menangis hampir tiap hari aku menangis karena suatu hal.
Buku diary penuh
Akupun berangkat kerja seperti biasa tapi tak punya semangat, rasanya pengen ijin lagi sakit tapi berhubung bulan Ramadan kan gak boleh bohong. Pengen juga rasanya mampir ke warkop buat ngopi, tapi kalau mokel nanti aku berdosa. Ternyata aku cuma butuh waktu tenang, terhindar dari orang-orang yang gampang membuat hati merasa jatuh. Dunia memang unik, isinya manusia toksik, sok asik hingga manusia macam rupa di hati. Kalau bertemu orang baik alhamdulillah, kalau lagi ketemu yang gak baik dalam hati ngomong ujiannya gini amat ya.
Sudahlah pagi-pagi ini aku malah sambat sama Tuhan merasa paling ambyar. Mencoba rileks dan menerima ketidakeanakan ini dulu deh, mana kerjaan masih belum kelar akibat galau di pagi buta. Biarin ah edisi Minggu galau buat aku.


Komentar
Posting Komentar