Vaksinasi Pertama

Tepat hari ini sehari setelah kemarin tanggal 31 Juli aku melakukan vaksinasi pertama covid. Vaksin covid ini aku dapatkan gratis dari RS. Siloam yang bekerja sama dengan Lippo Mall Kemang, pendaftaran dilakukan dengan online melalui aplikasi My Siloam dan tinggal memilih tanggal dan jam vaksin. Maka kupilihlah tanggal 31 Mei jam 15.00, aku ijin pulang kerja lebih cepat dengan atasan supaya keburu mengejar waktu sampai disana.

Jam 1 siang pada hari Rabu aku sudah siap berangkat dari tempat kerja, tiba-tiba saja hujan turun dengan begitu deras. “Duh hujan deres banget, pesen Gocar atau Gojek ya?” dalam hati aku bertanya. Hujan kali ini begitu ngerjain aku, datang dengan deras lalu beberapa menit kemudian reda seperti dia yang tiba-tiba datang lalu menghilang hmm. Ya sudah aku pesan gojek saja lagi pula hujannya sudah reda.

Pesanan diterima oleh driver dan menuju ke tempatku, tiba-tiba hujan turun lagi dan ini lebih deras. Ya ampun Gusti aku gak bawa jas hujan lagi, kalau aku cancel drivernya kasihan karena sudah jalan kan. Akhirnya aku chat si abang gojek “pak punya jas hujan gak?”

“saya punya mbak. Tapi saya lagi neduh mba, mau nunggu sedikit redaan saja gimana?”

“Oh boleh nunggu reda saja” Aku mengiyakan.

Oke beberapa menit menunggu hujan tak kunjung reda hanya sedikit tidak deras, mungkin karena kelamaan nunggu si abang gojek bilang “ini pakai jas hujan saja mbak, soalnya dari tadi gak reda-reda.” Aku mikir kenapa aku gak pinjam saja punya si Amir, jas hujannya dia kan gak dipakai. Dari pada pakai punya abang gojek belum tentu kering dan bersih hehehe

Keluarlah aku dengan jas hujan yang sudah terpasang lengkap, sementara si abang gojek basah kuyup tanpa jas hujan. “loh bapak gak pakai jas hujan?” tanyaku heran.

“gapapa mba sudah tanggung basah.”

Oke akhirnya aku naik dan berangkat, memang bener aku dikerjain cuaca beberapa ratus meter dari Ciganju tepat di area Cilandak kering dan gak hujan sama sekali. Yaelah tau gini mending tadi nerobos aja basah sedikit doang gapapa. Terlanjur dan aku mulai kegerahan 😂

Sepanjang jalan mikir RS Siloam ini ada dimana ya, karena sebelumnya aku gak tau tempat pelaksaan vaksin dimana. Aku searching di google dan baca-baca, ternyata ada di dalam mallnya dan Lippo Kemang memang kerjasama dengan RS Siloam. Aku diturunkan di parkiran belakang motor, menaiki tangga dan bertanya pada satpam dimana letak vaksinasi Covid. Satpam menjelaskan ada di lantai dua dan artinya aku masih harus jalan.

Kelamaan psbb gini nih, masuk mall Kemang berasa baru pertama kali, padahal sebelumnya udah pernah. Tapi karena lupa aku sampai nyasar masuk toilet pria padahal udah kebelet mau buang air kecil wkwkwk. Aku datang lebih awal sekitar jam 14.30 dan kulihat ada beberapa orang sudah antri, akupun ikut mengantri. Sewaktu mengantri ada seorang ibu menyapaku, “mbaknya mau vaksin juga?”

“Iya bu.”

“Ini kuotanya sudah habis, terakhir sampai di saya saja.”

Aku langsung bingung, kok kuotanya habis kan aku sudah daftar (mulai tegang).

“Tapi saya udah daftar online bu.”

“Oh lewat online, mending langsung masuk aja mba. Soalnya yang antri ini buat offline.”

Aku merasa lega, kukira aku gagal vaksin hari itu. Sudah jauh-jauh datang malah ditolak kan sedih tapi untungnya tidak. Aku langsung menemui satpam dan menunjukkan screenshot pendaftaran. Satpam tersebut memberikan nomor antrian 170 dan mempersilakan aku masuk. Benar-benar legaaa.

Aku melihat sekeliling tidak terlalu banyak orang yang antri, meskipun banyak bangku yang disiapkan. Mungkin hari terakhir jadi tidak banyak yang datang, gumamku dalam hati. Pemanggilan tidak terlalu lama, setelah nomorku dipanggil aku menuju konter 2 disitu dicek data diri apa sesuai KTP atau tidak. Setelah itu menuju konter 3 untuk screening, disinilah aku ditensi sekaligus disuntik. Tidak ada tirai yang menutupi pasien, sehingga aku malu karena harus melinting bajuku sampai lengan atas dan dilihat pasien lainnya. Cukup sulit melinting karena pakaianku tidak terlalu longgar.

“Nanti vaksin kedua bajunya yang lebih longgar ya, biar gampang dilinting.” Kata si dokter.

“Iya dok.”

Vaksin yang kuterima Astra Zeneca 0.5ml, tidak terasa sakit saat disuntik. Cepat sekali prosesnya dan setelahnya aku diharuskan observasi selama 15 menit untuk melihat gejala dan ditensi juga. Selama 15 menit itu pula aku tidak merasakan apa-apa kecuali lengan bekas suntikan yang perlahan nyeri. Aku dapat kartu dan voucher 50.000 di restoran, awalnya aku senang banget tapi setelah aku baca gak jadi senang karena aku mesti beli makan seharga 150.000 dulu baru dipotong 50.000 wkwk

Voucher dan kartu vaksin

Vaksin pun selesai dan aku bisa pulang. Tapi tunggu ini lagi di dalam mall loh, jalan dulu atau langsung balik ya? Ya jalan dulu dong masa enggak hahaha. Akupun berkeliling naik turun eskalator melihat-lihat dan mencari toko buku. Masuklah aku ke salah satu toko, beberapa kali mutar sana mutar sini bingung mau beli apa. Hmm…pilihan jatuh pada buku puisi dan pulpen, sebenarnya aku mutar-mutar mall cuma mau lihat efek samping setelah disuntik vaksin karena tidak terjadi apa-apa aku pilih pulang naik gojek. 

Tepat hari ini sehari setelah vaksin, badanku mulai merasa sedikit hangat dan lemas. Aku langsung minum paracetamol untuk menurunkan suhu tubuh, terasa sedikit mengantuk. Semoga saja vaksin ini bisa membantu masyarakat mencegah virus covid agar tidak berkembang secara meluas, bukan berarti setelah vaksin bisa bebas tanpa batas hanya saja lebih mengurangi dampak yang terjadi.

Menunggu observasi







Komentar

Postingan Populer