Piknik di Hutan Kota GBK

Libur weekend telah tiba, saatnya mencari kesenangan dunia setelah beberapa hari sebelumnya bekerja. Sabtuku libur tapi kali ini temanku minta diajak jalan. FYI temanku sudah jadi ibu rumah tangga, pastilah dia sibuk dan lelah mengurus pekerjaan rumah dan anaknya maka dari itu dia butuh refreshing.

"Mau kemana Nit?" tanyaku melalui chat Whatsapp.

"Terserah Fir" jawabnya. 

Yah jawaban setiap wanita emang begitu, eh tidak semuanya sih. Kalau aku pasti punya pilihan lain haha.

"Ke taman GBK aja ya, cocok buat anak-anak." karena pastilah Nita membawa Hamiz, anaknya.

Akhirnya dia menyetujuinya, nah supaya beban bawaannya gak berat aku membagi-bagi bawaan dengan Nita. Tugasku membawa mukena dan cemilan ringan, sementara Nita membawa alas kain, makanan berat ini dikhususkan untuk anaknya saja (aku gak makan juga gpp) tetapi untuk air putih kami membawa masing-masing. Kebetulan Nita lagi main di rumah ibunya, rumah ibunya ini dekat rumahku alias kami bertetangga.

Jadilah jam 9 pagi kami berangkat, aku memesan Gocar dari rumah menuju MRT Lebak Bulus dari Lebak Bulus kami akan turun di MRT Istora Senayan, biaya perjalanan 11.000 cukup murah dan aku pakai aplikasi MRT langsung gak perlu pakai kartu lagi. Sampailah kami di Istora Senayan, agak membingungkan setelah sampai sana karena baru pertama kami ke Hutan Kota Senayan jadi malah nyasar ke Hutan Kota Plataran dan baru ngeh karena melihat petunjuk jalannya wkwk.. Akhinya kami balik arah lagi menuju keluar.

Berbeda dengan Hutan Kota GBK kalau masuk Hutan Kota Plataran mesti reservasi di restaurantnya (Plataran Kota) dulu baru bisa menikmati pemandangannya. Nita sudah kelelahan karena sedari berangkat sampai turun MRT dia menggendong Hamiz, jadilah Hamiz diturunkan dan memakai sepatu agar bisa jalan sendiri. Nah dari tadi kan lebih enak. Untungnya Hamiz gak rewel selama disana, dia juga mau aku tuntun dan kugendong.

Eh ternyata sampai sana tamannya sepi alias sudah tutup, pintunya juga diberi pagar dan tulisan "dilarang masuk". Kami berdua bertanya-tanya kenapa kok tamannya malah ditutup.

"Kok tutup ya Nit?

"Gak tau Fira, emang gak buka dari pagi sampai sore?"

"Makanya gue juga bingung, apa kita terobos aja masuk ke dalam?"

"Ada securitynya Fir, nanti dimarahin."

"Masa jauh-jauh sampai sini malah gak bisa piknik."

"Yaudah kita main ke tempat lain aja yuk, Planetarium gitu."

Nita mengajak ke Planetarium kok aku mager banget ya, gak ada rencana ke Planetarium tiba-tiba ganti rencana. Dia menyuruhku mengecek harga gocar kesana, yasudah aku mengiyakan tapi kok ganjal ya hatiku. Aku cek lah Instagram Planetarium dan disana sedang ada revitalisasi, tuh kan sedang tutup untung saja dicek dulu. Aku mencoba mengelilingi sekitar taman tersebut demi mendapatkan  petunjuk, terdapat papan pengumuman kalau Hutan Kota GBK buka dari hari Selasa-Minggu pukul 06.00-10.00 dan 15.00-18.00 pantas saja tamannya sudah sepi lha wong kita sampai disini saja jam 11 siang ๐Ÿ˜„

"Nit kita mesti nunggu jam 3 siang baru taman ini dibuka."

"Lama juga Fir."

"Yah dari pada gak jadi piknik, ini makanannya udah bawa loh sayang juga gak dapet view."

Akhirnya kita bertiga benar-benar menunggu batch kedua Hutan GBK buka, tapi karena gak mau capek yakan, aku memutuskan untuk duduk diatas bukit kecil tepat di seberangnya taman GBK. 

"Buka kainnya Nit, kita duduk dibawah pohon ini aja, adem kok."

Dibukalah kainnya dan kami lesehan dibawah pohon, sembari itu aku membuka cemilan dan minum susu. Nita bawa mie goreng 3 pcs yang dibungkus kertas nasi, mantap betul memang instuisi ibu muda ini tau aja pasti bakal kelaperan disini haha.. mie goreng plus nasi putih, full of carbohydrate.
Makan mie goreng campur nasi itu bukan budayaku lagi, jadi nasinya tak kumakan.

pemandangan hutan kota dari bukit kecil


Sembari kita ngobrol-ngobrol, Hamiz jalan kesana kemari. Sebentar kemudian Hamiz mulai rewel, disusui lalu tertidur. Lama juga berteduh di bawah pohon ini, sambil melihat mobil melintas keluar masuk dari atas bukit. Lama kelamaan orang-orang pun berdatangan sepertinya mereka juga mau ke Hutan Kota tetapi berhubung masih ditutup jadilah banyak yang antri dan yang buka tiker diatas bukit bertambah banyak yang tadinya hanya kami saja semua pendatang jadi ikut lesehan ๐Ÿ˜†

Memasuki waktu Dzuhur kami bergantian untuk solat, mushola letaknya di gedung yang berseberangan dengan Hutan Kota. Sembari Nita solat duluan aku yang menjaga Hamiz dan barang-barang. Supaya Hamiz gak nangis aku setel aja lagu Cocomelon, ajaib bocah langsung anteng dong sembari ngemil wkwk.. Cukup lama Nita solat Dzuhur pikirku apa dia tidur di mushola ya, mumpung anaknya sama gue kali ya jadi lebih lama.

Akhirnya Nita datang bawa gorengan makanlah kami gorengan tersebut, gorengan yang rasanya keras mungkin sudah dari pagi. Selanjutnya aku yang solat Dzuhur, mushola wanita dan pria terpisah sehingga lebih mudah untuk berwudhu. Karena di mushola tidak ada toilet maka untuk menuju toiletnya mesti jalan masuk ke dalam gedung.

Jam 14.30

Kerumunan muda-mudi makin banyak, mereka udah siap dengan box makan dan tikernya masing-masing, so crowded that i was seen. Makin penuh pula bukit yang kami tempati, tidak lama pagar Hutan GBK perlahan dibuka dan security menginfokan agar pengunjung yang ada di atas bukit langsung masuk ke taman supaya lebih nyaman. Kami langsung beberes menuju taman, banyak spot yang sudah ditempati aku mencari tempat yang sekiranya nyaman, kulihat ada pohon kecil di pojokan terlihat adem dan gak kena sinar matahari. Langsung aku bergegas dan membuka kain lebih lebar, Nita dan Hamiz menyusul dibelakang. Waah rebahan yang sesungguhnya aku bisa tidur diatasnya, sungguh nikmat yang tak kudustakan untuk hari itu. Tidak silau tidur dibawah sini, adem dan menenangkan meskipun pengunjungnya sangat ramai.

Aku dan Nita mengobrol ngalor ngidul sambil menghabiskan cemilan. Setelahnya aku mengajak Hamiz berkeliling taman, biar ibunya yang jagain lapak aja. Melihat kolam ikan koi, Hamiz suka banget melihat ikan bermunculan saat diberi pakan. Pengunjung boleh memberikan makan kepada ikan tapi tidak ada yang menjual pakannya, kudengar dari omongan salah satu pengunjung mereka bawa pakan sendiri. Pemandangan dari taman ini cukup keren terlihat gedung-gedung tinggi seperti Mandiri dan Agi yang menjulang.




Semakin sore pengunjung baru akan semakin banyak yang datang, lahan terlihat penuh dengan  kerumunan orang-orang. Aku tetap memakai masker untuk perlindungan. Sudah tiga kali aku dan Hamiz bolak balik mengelilingi taman, Hamiz juga ketawa-tawa.


kolam ikan



Jam 16.40 kami bergegas pulang karena mesti solat Ashar juga supaya tidak terlalu sore. Selepas itu kami berjalan menuju mrt Istora ke Lebak Bulus dan memesan gocar untuk sampai di rumah. Hamiz tertidur di mobil mungkin sudah lelah, aku juga ngantuk dan lelah tapi karena diajak ngobrol Nita jadi melek. Jadilah kita cerita masa-masa saat remaja dulu. Masa lajang memang seru buat dikenang kembali๐Ÿ˜‚






Komentar

Postingan Populer