ASMARA (Asik Membara Bersama Muda-i Andara)

Langit sore di Depok telihat berawan, kulihat jam di handphone pukul 16.00 masih berada di RS belum kelar juga pekerjaanku. Lagi-lagi keluhanku keluar karena merasa lelah, penghujung tahun masih saja teronggok disini. Kupercepat sebisanya agar pulang tak terlalu sore, kerja di RS selalu tak bisa tepat waktu pulangnya adakalanya saat sedang dipenuhi oleh pasien maka jadwal pulang akan tertunda.

Pukul 16.30 baru keluar dari RS, perjalanan dari Bojongsari-Cilandak memakan waktu sekitar 45 menit, tapi tahu tidak ini kan tanggal 31 Desember dimana semua orang dari segala arah ingin mempercepat waktunya untuk tiba di tujuan entah itu untuk pulang ke rumah atau liburan ke suatu tempat. Duh aku menghadapi macet yang luar biasa sore itu, lagi-lagi aku menghela napas dan maghrib baru tiba di rumah.

Semakin diperhatikan, tahun ini aku dan kita sudah menjadi orang yang seperti apa ya? Apakah ada perubahan berarti yang mampu mengubah tujuan dan pikiran?

Bahkan untuk memikirkan kesenangan apa yang kulakukan nanti malam saja rasanya sudah tidak ada energi, pulang kerja cuma ingin rebahan doang. Tapi tunggu, aku membuka group WA pengajianku beberapa teman yang ditunjuk sebagia panitia sudah menyiapkan acara untuk remaja/i dan muda-i nanti malam. Kami dari Desa Andara, Jakarta Selatan 2 terdiri dari kelompok Andara 1,2,3,4 dan 5 yang kalau melewati malam tahun baru hanya dengan tidur sepertinya tidak akan ada cerita disini. 

Informasi pertama yang kudapatkan dari whatsapp ialah masing-masing peserta menyiapkan kado dengan nilai minimal Rp. 15.000,-, aku memutar otak dan mencari kado yang pantas diberikan dengan harga segitu. Sepertinya tidak akan muluk2 banget kalau aku belikan makanan ringan, toh ini kan anak muda lagian pasti makanan akan cepat dihabiskan dan aku gak perlu pusing-pusing nyariin ketimbang beli barang haha

Acara yang diselenggarakan ini mulai sehabis solat maghrib yaitu dengan pembukaan nasihat dan pembacaan Al-Quran, karena aku masih terlalu lelah setelah perjalanan jadi aku putuskan berangkat setelah Isya saja. Lagipula jarak dari rumah ke masjid hanya lima langkah andai jodoh kayak gitu alias deket haha. Oh iya untuk dresscode yang digunakan ialah colorfull tapi kalau kuperhatikan kebanyakan pakaian yang dikenakan tidak terlalu mencolok malah dominan warna yang beige dan kalem. Yah kami ini muda-i yang tidak terlihat energik namun sangat dalam untuk memaknai prosesnya. 

Pukul 20.00 aku tiba di masjid, mengisi daftar hadir, mengumpulkan kado ke panitia dan mengambil snack. Oke saatnya cari tempat duduk yang nyaman, perlu tempat bersandar dan kena kipas angin sepertinya mantap. Oh tidak-tidak aku ini gampang pelor orangnya, maka duduklah aku di barisan depan. Sedikit ada rasa malu melihat sekeliling, remaji yang duduk di sekitarku mereka tampak imut dan lebih muda dariku, tak ada teman dekatku disini karena dia sudah menikah setahun yang lalu. Aku sekarang kalau mengaji sendirian dan kadang berpikir sampai kapan akan seperti ini tapi menikah bukan tentang siapa yang paling cepat. Lalu aku melihat di sudut tembok ada tetanggaku lainnya yang umurnya diatasku, oh aku tidak setua itu kok hehe.

Pukul 20.20 acara penyampaian dalil-dalil yang isinya membahas masalah pergaulan remaja, keburukan dimasa yang akan didatang jika generus tidak dilandasi dengan kepahaman agama yang kuat. Cukup menyadarkanku kembali akan kembali pentingnya memperkuat keimanan dan kepahaman agama.

Pukul 21.00, setelah penyampaian dalil-dalil kami semua melakukan sesi foto bersama wah kalau dilihat-lihat remaja Andara sangat banyak ya hingga kami fotonya berdempetan satu sama lain. Jepret sana jepret sini padahal hasil foto gak bagus-bagus amat tapi cukup membekas untuk dilihat. Kami diarahkan keluar masjid menuju lapangan untuk membentuk sebuah lingkaran besar yang mana pembagian kado akan dilakukan, jadi untuk pembagian ini masing-masing orang memegang satu kado yang nanti akan dirolling bersamaan dengan lagu yang diputar. Apapun isi kadonya tidak masalah yang penting kita semua happy.

Lalu kami semua dibagi beberapa kelompok oleh panitia untuk melakukan games. Kebetulan aku bagian kelompok 4 terdiri dari 11 orang yaitu 6 laki-laki dan 5 perempuan. Games ada 5 jenis dimana kami akan ditantang dengan kelompok 7 sebagai lawan dan kami mesti menyanyikan yel-yelnya dong, yah dadakan kek tahu bulat akhirnya temanku Dawam bilang "lagu cicak-cicak di dinding aja ya guys" iya saking gampangnya dan malu-maluin karena kita mesti nyanyiin lagu itu sambil diliatin banyak orang. Games yang kami lakukan diantaranya memasukkan caping ke lubang, memindahkan sarung dengan berpegangan tangan, tebak kata, ketangkasan dan lembar bola. Kesemuanya membutuhkan konsentrasi, dukungan satu team dan ketangkasan, kami saling menertawakan satu sama lain karena kekonyolan yang kami buat saat bermain. Hasil skor tertinggi akan diumumkan sebagai pemenangnya.

Sementara kulihat panitia sibuk membakar ayam dan menyiapkan daun pisang yang akan kami gunakan untuk makan, setelah semua kelompok menyelesaikan games kami berkumpul di masjid untuk makan bersama. Aku sudah memilihkan tempat yang pas untuk teman-temanku dan kami berkumpul untuk makan. Tidak ada perbedaan diantara kami, meskipun dari segi umur aku lebih tua dari mereka tapi aku seneng2 aja sih karena bergabung dan tertawa bersama mereka seperti lebih muda kembali.




"Tidak akan datang suatu tahun kecuali tahun sesudahnya lebih jelek dari tahun sebelumnya". HR Bukhori

Bertambahnya tahun maka semakin jeleklah tahun itu (dipandang dari sisi Agama) dan moral serta akhlak semakin rusak. Kitapun tahun orang-orang zaman dulu masih malu jika bergaul dengan yang berlawanan jenis, ta'dzim kepada orang tua juga sudah berbeda. Sementara saat ini anak muda sudah berani/pandai bergaul. (1)

Seringnya mengakses informasi dari berbagai media sosial membuat kita terbelenggu dan mengabaikan kehidupan nyata. Lain halnya dari sisi pengetahuan dan teknologi akan semakin maju sementara keimanan seseorang dipertanyakan setiap harinya. Jika memang demikian kenapa kita tidak lebih memusatkan pada hal menebar sesuatu positif/mengajak turut serta keagamaan pada sesama jamaah. 




Di akhir sesi panitia mengumumkan siapa pemenang kelompok yang berhasil mengumpukan skor terbanyak saat games tadi. Ternyata kelompokku dapat juara 3 haha, sementara juara 2 diraih kelompok 6 dan juara 1 diraih kelompok 10. 

Kelompok 4

Kelompok 6

Kelompok 10



Sumber:
1. https://www.ldiilampung.com/nasihat-pergantian-tahun-baru-yang-harus-sampaikan.html

Komentar

Postingan Populer